Puisi “Burung Berparuh Panjang”

Kicauanya acap kali menggetarkan sangkarnya..
Padahal banyak.burung lain yg pekak mendengarnya..

Tapi tetap dia tak sadar..
karna.baginya.kicauan itu harus didengar..
Apalagi dia seekor raja burung anggapnya..

Dia lupa apakah dia raja burung atau pemimpin burung..

Suatu hari kicaunya..memprotes karna ada seokor burung dlm satu sangkar yg bertindak tanpa persetujuanya..(pikirnya)

Padahal acap kali..sang raja burung bertindak tanpa aturan sangkarnya sendirii..
tapi dia tak peduli
karna kicauanya harus didengar..

bahkan di berkicau sengau.
“apa rasanya tak dianggap di sangkar ini”
semua burung dalam sangkarĀ 
merasa aneh…

BC-Serang, Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *