Azas “Rahasia” yang tidak rahasia lagi, dalam Pemilu jaman Now.

sumber foto : inilah.com

Sejak perseteruan pilpres yang dianggap “el Classico” atau perseteruan klasik yang panas , dimana paslon utamanya itu itu aja, tentu membuat keadaan semakin panas, dari elite politiknya sampai akar rumputnya, bahkan sampai strata terbawah dalam masyarakat kita. Gua kurang tau juga, apakah di negara orang jg ada keadaan kayak gini, kagak tau juga sih. tapi whatever lah, yang jelas di negara kita tercinta ini, tayangan pilpres mekin kesini makin puaaans poll.

Tapi kalo kata orang2 akademisi mah, ini adalah manifestasi dari demokrasi yang dibangun sejak tahun 1998, dimana negara kita berevolusi pada bagian kemajuan demokratisasi dan kemajuan berpolitik terbuka layaknya negara2 maju di benua sono. dimana ujung2nya UUD’45 yang sebelumnya dianggap sakral karna ada kata “DASAR” (menurut gua sih) maka benar2 dijadikan dasar peraturan yng lain dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.. tapi akhirnya di amandemen atau diubah dikit2 menyesuaikan keinginan negara/rakyat yang mulai lebih demokrat, padahal sbg orang bloon, gua anggap UUD’45 dah demokrat banget sihh, knapa ? karna di susun oleh pendiri2 bangsa ini yang pikiran demokrasinya lebih gila dan lebih tajam karna keadaan bangsa waktu itu menuntut revolusi kebangsaan akibat penjajahan.
Buah Pikir dan Ide tajamnya sampai menghasilkan sebuah falsapah negara Pancasila dan Sumber Hukum paling Kuat yaitu UUD’45.

Tapi ya sudahlah, sebagai anak bangsa kita mah tetep aja ngikutin para negarawan dan politikus negri ini, yang terus berusaha membuat negri ini maju, ke arah masyarakat adil makmur, sesuai amanat UU.

Nah, kembali ke pemikiran Pilpres 2019 sekarang yang lagi angot angotnya, dimana peseteruan paslon menjadi peseteruan yang kagak ada abis2 nya, dari paslonnya sendiri sampai ke gerbong2 nya, bahkan meluas sampai ke simpatisan dgn fanatisme membabi buta. (tapi pada kagak sadar) , sampe membuat ikon kecebong dan kampret, padahal ini yang menjadi titik kritis dalam plipres jaman now. coba aja kalo kita lihat UU Pemilu 2017, prolognya bilang gini pemilihan umum wajib menjamin tersalurkannya suara rakyat secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil;”

Beberapa literatur menjelaskan apa itu LUBERJUDIL, singkatnya begini :

Langsung
Pemilihan umum harus dilaksanakan secara langsung, tidak boleh diwakilkan. Hal ini dilakukan demi mengurangi resiko kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Umum
Pemilu bersifat umu, yaitu pemilihan umum dapat diikuti oleh seluruh warga negara yang telah memiliki hak menggunakan suara tanpa terkecuali.

Bebas
Dalam praktek sistem demokrasi dengan masyarakat yang partisipan, pemilihan umum dilaksanakan secara bebas. Pemilih bebas memilih calon pemimpin terbaik menurut mereka tanpa adanya intervensi dari orang lain.

Rahasia
Rahasia berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia dan tertutup dan tidak boleh diketahui oleh pihak manapun kecuali si pemilih itu sendiri. Pentingnya pemilu berasas rahasia adalah untuk menghindari konflik karena berbeda pendapat anatara pemilih satu dengan pemilih lain. Selain itu, pemilu bersifat privasi bagi seorang pemilih karena menentukan pilihan tidak boleh ada campur tangan dari siapa pun.

Jujur
Asas jujur dalam pemilu artinya bahwa pemilu yang baik dan berdasarkan demokrasi adalah dengan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pemilih dalam pemilu benar-benar menggunakan hak suaranya dalam memilih pemimpin. Karena satu suara sangat menentukan hasil pemilu. Tanpa adanya asas “jujur” dalam pemilu, pesta demokrasi yang partisipatif tidak akan berjalan dengan baik.

Adil
Asas adil dalam pemilu adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih. Asas yang adil harus dilaksanakan sebaik-baiknya supaya tidak ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap kelompok-kelompok tertentu. Asas yang adil ini tidak hanya unruk peserta pemilu dan pemilih, namun juga untuk penyelenggara pemilu.

coba itu…. bagaimana dengan azas “RAHASIA” padahal katanya
Rahasia berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia dan tertutup dan tidak boleh diketahui oleh pihak manapun kecuali si pemilih itu sendiri. (iya aja rahasia kalo dibilik suara/TPS, lah itu mah kan formal nya, informalnya? dukung mendukung secara terbuka bahkan sampe adu bacot di medsos, ya udah bukan rahasia lagi lah…. karna sudah dipastikan 100% memilih paslon yang dibela mati2an, melebihi sodara kandungnya. dan ini bukan hanya di masyarakat awan, dipertontonkan juga oleh elite2 politik di atasnya, bahkan membuat TIm sukses/Pemenangan yang “Terbuka” juga menjadi pudar “Kerahasiaannya”

Ditambah lagi dalam azas rahasia ada makna :
Pentingnya pemilu berasas rahasia adalah untuk menghindari konflik karena berbeda pendapat anatara pemilih satu dengan pemilih lain. Selain itu, pemilu bersifat privasi bagi seorang pemilih karena menentukan pilihan tidak boleh ada campur tangan dari siapa pun.

waduuhhh ini lebih parah lagi, pudar sudah “Makna Asaz Rahasia” kalo sudah begini, faktanya konflik horizontal baik di lapangan masyarakat apalagi di medsos berkembang menjadi Pengkotak kotakan..
jadi kesimpulannya, banyak dari kita yang trebawa suasana euphoria pilpres tanpa tau makna pilpres itu sendiri, merasa paling benar dan merasa bahwa calonnya lebih baik dari calon lain, sudah tidak menjadi pemaknaan “Rahasia” dalam pemilu, makna formal saja yaitu “Rahasia dalam Bilik Kardus”
haduuuuuhhhhhhhh ” RAHASIAHNYA DIMANA COBA?”

ahhh ini hanya sekedar ngetik dan mencoba berfikir dengan akal sehat/waras dan sejatinya sebagai Pemilih mencoba memilih dengan kecerdasan tingkat dewa.

Salam Pemilu Damai 2019.
BC-April 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *